Tahukah Anda bahwa 1 triliun kantong plastik diproduksi untuk konsumsi pasar setiap tahunnya.Sadarkah Anda jika dalam setahun rata-rata 150 kantung plastik sudah Anda gunakan, dan untuk membuat 1 kantung plastik diperlukan 2kg minyak tanah. Lantas setelah digunakan sampah plastik itu harus dibakar dan menghasilkan 1 kg gas Co2 berbahaya di udara, untuk setiap 5 kantung plastik. fakta-fakta inilah yang membuat lingkungan dan bumi kita menjadi tidak nyaman.
Tapi sejujurnya apakah Anda peduli dengan semua itu? Karena kondisi yang menyebabkan global warming inilah yang kemudian menjadi isu sentral dari banyak vendor yang hadir di Indonesia-Japan Expo (IJE) 2008, di Arena PRJ, Kemayoran Jakarta, 1-9 November 2008.
Salah satunya adalah Hitachi, Group perusahaan teknologi asal Jepang ini memiliki booth megah di Hall A. Isu ramah lingkungan mendominasi hampir semua produk-produk yang dipamerkan Hitachi. Perusahaan yang dibangun dari gabungan 12 perusahaan besar ini menghasilkan lebih dari 13 ribu jenis produk yang tersebar ke berbagai sektor bisnis; seperti IT, Industri, Konstruksi, Rumah tangga, Transportasi, Sekolah, Lingkungan, Logistik, Storage dll.
Selain menampilkan produk untuk pengenalan bisnis dan mengedukasi konsumen, Hitachi juga menampilkan aplikasi interaktif melalui layar multi touch. Pengunjung diminta menjawab pertanyaan kuis dan jawaban bisa dipelajari sebelumnya dengan menelusuri informasi di halaman-halaman di layar tersebut. Pengunjung menggunakan pena infra red untuk memilih jawaban. Wahana interaktif ini diharapkan dapat membangkitkan kreativitas para pengunjung untuk menyumbangkan ide atau harapannya mengenai penyelamatan lingkungan. Menariknya setiap hari sejak pembukaan sampai penutupan IJE 2008 Hitachi memberikan hadiah khusus kepada pengunjung yang memberikan idenya dan dianggap paling menarik.
TEKNOLOGI TINGGI RAMAH LINGKUNGAN
Komitmen Hitachi untuk mengatasi pemanasan global diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Hitachi Asia Ltd. Jakarta, Koji Hachiya pada press conference, Sabtu (1/11) di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. “Misi perusahaan Hitachi adalah untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui teknologi. Oleh karena itu Hitachi dengan gembira memamerkan produk andalannya untuk perkembangan Indonesia kini dan mendatang.”
Lebih lanjut Koji menjelaskan bahwa para pengunjung IJE 2008 akan disuguhkan interactive video touch screen yang menampilkan berbagai macam produk Hitachi di berbagai sektor diantaranya industrial technologies, power generation, consumer lifestyle, high technology, dan social transportation.
Pengunjung booth Hitachi juga dapat melihat contoh proyek monorail yang sudah diaplikasikan di Jepang, Dubai, China dan Singapura (Sentousa Island) dan juga di Jakarta (dalam waktu yang tidak lama lagi). Cara kerja turbin gas (Power Plant) milik Hitachi Group untuk pembangkit listrik yang sudah diaplikasikan di Arun (2 buah) dan Pusri Palembang (3 buah), alat berat (dengan pabriknya di Cibitung, Bekasi), Gas Insulated Swicthgear (yang memiliki pabrik di Cikarang, Bekasi), hingga air conditioner (AC) yang hemat energi untuk kebutuhan rumah tangga.
Masih terkait dengan isu ramah lingkungan, termasuk menangani limbah, Hitachi menaruh perhatian serius sejak lama dengan menampilkan kemajuan teknologi pengelolaan limbah, baik padat maupun cair. Dalam penanganan limbah Hitachi memfokuskan perhatian dalam membantu negara di Asia Tenggara dalam menangani sampah padat, air limbah, pengelolaan air, energi terbarukan, dan penghematan energi.
Melalui Hitachi Plant yang berdiri tahun 1929, saat ini tengah terlibat dalam pembangunan pabrik pengolahan air kotor di Lembah Klang, Malaysia. Teknologi baru yang berhasil dikembangkan perusahaan ini dalam penanganan limbah, antara lain, sistem penanganan limbah dengan immobilisasi mikroorganisme, sistem penyaringan dengan banyak piringan membran, dan sistem filtrasi tingkat tinggi.
ENERGI YANG BERMANFAAT UNTUK KEHIDUPAN
Energi adalah kekuatan yang menggerakan dunia kita. Teknologi mutakhir dan solusi cerdas dari Hitachi telah memberdayakan industri energi dan memberikan manfaat kepada jutaan orang di seluruh dunia selama lebih dari 90 tahun.
Turbin Gas H-25 dari Hitachi merupakan terobosan produk terbaru dari rangkaian panjang produk-produk turbin gas berkualitas tahan lama yang telah Hitachi ciptakan, dan terkenal karena kesempurnaan enjiniring, kontrol mutu yang ketat serta layanan yang dapat diandalkan. Unit H-25 yang pertama secara komersial dioperasikan pada tahun 1988.
Penghematan bahan bakar H-25 yang tinggi mempercepat tingkat pengembalian modal investasi dan tetap memberikan pilihan penggunaan bahan bakar dari mulai dari minyak sampai gas alam. Kemudahan pemasangannya, dan juga sistem otomatisasi yang terencana dengan baik membuat H-25 menjadi alat pembangkit listrik yang memberikan jaminan presisi dalam pengoperasiannya.
Dilengkapi dengan teknologi turbin gas yang mutakhir, H-25 mampu menghasilkan daya sebesar 25 MW dan suhu masukan turbin gas sebesar 2.300 F. Singkatnya, turbin gas H-25 dari Hitachi merupakan produk berkualitas tinggi dan bernilai tinggi.
PEMBANGUNAN MONORAIL DI JAKARTA
Sukses dalam mengelola pembangunan monorail di Jepang, Dubai, Singapura dan China, Hitachi juga berencana menangani pembangunan proyek Monorail di Indonesia (Jakarta) yang saat ini sedang dipersiapkan. Bahkan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso sempat terkagum-kagum dengan prestasi Hitachi dibidang monorail.
Menurut Sutiyoso, Hitachi sukses menangani monorail di Jepang. Selama 40 tahun pengalaman menggarap monorail Hitachi belum mencatat kegagalan dan kecelakaan yang fatal. Kecanggihan teknologi Hitachi tidak diragukan lagi.
Hitachi mengajukan tawaran harga sebesar US$ 600 juta untuk menggarap monorail Jakarta, dengan kapasitas muat 200 ribu per harinya. Menurut Sutiyoso, Hitachi menawarkan monorail dengan 6-8 gerbong, dengan kapasitas 900-1000 orang per gerbong per hari.
Meskipun menggagumi kecanggihan teknologi Hitachi, Sutiyoso menyerahkan pelaksana proyek monorail Indonesia Transit Central (ITC) untuk menentukan investor monorail ini. "Saya melihat kehandalan telnologi Hitachi. Tapi saya serahkan semua keputusan kepada ITC," kata Sutiyoso.
ITC, kata Sutiyoso, punya wewenang mengajak mitra bisnis untuk mengarap proyek ini. Syaratnya, proyek bersifat investasi murni. Artinya, tidak ada jaminan utang dari pemerintah. Pemerintah Jakarta juga meminta jaminan teknologi handal, untuk melayani transportasi penduduk Jakarta yang berjumlah sekitar 10 juta orang. Selain itu, Pemerintah Jakarta juga meminta jaminan proyek ini bisa selesai dalam waktu 2,5 tahun.
Direktur ITC Sukmawati Syukur mengatakan, Hitachi masih dalam tahap menjajaki untuk menggarap monorail Jakarta. Dalam waktu dekat, kata dia, Hitachi akan mengajukan proposal resmi. Dia membenarkan tawaran harga sebesar US$ 600 juta dari Hitachi. Hanya saja, ITC menawar harga di bawah angka ini.
Masalahnya, angka itu mengakibatkan harga tiket monorail melambung tinggi. Padahal, kata Sukmawati, masyarakat Jakarta tidak bisa dibebani dengan harga tiket yang tinggi. Menurut perhitungannya, dengan asumsi harga tiket seharga Rp 5500 rupiah, dan jumlah penumpang 270 ribu pada setahun pertama, harga ini terlalu berat bagi ITC.
Menurut Sukmawati, jika menembus angka US$ 600 juta, proyek monorail membutuhkan subsidi pemerintah. "Di atas US$ 550 juta saja sudah butuh subsidi," kata Sukmawati. Selama ini, kata Sukmawati, selalu ada subsidi untuk proyek transportasi massal. Subsidi ini bisa berupa pinjaman lunak atau bentuk lain, seperti bantuan lahan gratis.
Selain Hitachi, sebenarnya masih ada Bombardier Kanada yang berpeluang menggantikan MTrans Malaysia menggarap monorail Jakarta. Sayangnya, Sukmawati pesimis dengan peluang Bombardier ini. Alasannya, harga proyek dari Bombardier terlalu tinggi. Di Los Angeles, dimana salah satu monorail Bombardier beroperasi, harganya mencapai US$ 45 juta per kilometer.
MTrans Malaysia, dalam tawaran terakhirnya memberikan harga US$ 22 juta per kilometer. So, HItachi masih menjadi pilihan dan jaminan kualitas terbaik untuk menggarap monorail di Jakarta, kita tunggu saja realisasinya.(heri)
by : http://www.rileks.com
Kain Batik Tulis Khas Madura
13 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar